Penipuan/Scams

Penipuan terhadap turis maupun pendatang (tourist scams) juga umum terjadi di Bangkok. Yang paling lazim adalah rumor bahwa suatu tempat tutup karena acara keagamaan atau kerajaan maupun penipuan yang dilakukan tuktuk (20baht trip). Persamaan diantara keduanya adalah 'korban' akan diajak ke showroom perhiasan dengan harapan mereka akan membeli di toko tersebut dan 'penipu' akan dapat fee dari toko tersebut.

Begini nih modusnya.

Oknum 'penipu', sebutlah Khun A, biasanya beredar di sekitar calon korban. Ada yang berkeliaran di lobi hotel, di sekitar pintu masuk obyek wisata, di bandara, stasiun dan terminal bis. Kalau dia berwujud supir tuktuk biasanya dia akan heboh menawarkan jasa wisata senilai 20 baht. Atau, kalau kita berniat naik tuktuk menuju suatu tempat dan menawar tuktuk yang sedang parkir, dia akan setuju dengan mudah pasang harga 20 baht. (tuktuk = kendaraan roda 3 khas Thailand. Seperti bajaj di Jakarta tanpa dinding/pintu)
Yang kemudian terjadi adalah penumpang dibawa keliling dari satu toko perhiasan ke toko lainnya, walaupun diakhiri dengan diantar ke tempat yang kita rencanakan sebelumnya. Sebagai gambaran, dari hotel di daerah pratunam menuju chatuchak weekend market lama perjalanan maksimal 30 menit (jika macet). Dengan tuktuk scam ini lama perjalanan bisa molor sampai 2 jam.

Modus lain adalah menyatakan suatu tempat wisata tutup. Lalu Khun A ini akan memberi alternatif tempat lainnya. Kadang jaraknya dekat diantar dengan jalan kaki. Kalau jaraknya agak jauh, diantar naik tuktuk.. dan, terjadilah.. mirip cerita di atas.

Yang tidak umum tapi pernah terjadi, turis dari Indonesia berangkat lewat agen perjalanan dengan paket wisata. Ketika sudah tiba di Bangkok, peserta tur tidak mendatangi semua obyek wisata yang tercantum dalam paket perjalanan dengan alasan tempat tersebut tutup atau sedang renovasi. Keuntungan buat penyelenggara tur adalah berkurangnya anggaran transportasi dan biaya tour guide. Peserta tur kemudian punya ekstra free time. Tidak ada pengembalian uang untuk kejadian ini.

Jenis penipuan lainnya bisa berupa penawaran jimat yang katanya berkhasiat, show yang katanya ada menu ini itu tapi ternyata tamu hanya disuguhi minum dan live music dengan cover charge yang tinggi, barang branded yang katanya baru dan original (tentunya tidak. tapi ini terjadi tidak hanya di kaki lima, juga di toko2 besar), taksi mau mengantar tapi tanpa argo/meter karena jalanan macet sekali, etc.

Penipuan bisa terjadi di mana saja, apalagi di daerah wisata. Sebagai turis sbaiknya kita tetap waspada dan hanya percaya pada orang yang kita kenal baik (kalau dibilang tutup, jalanlah ke loket resmi dan bertanya di sana), jangan mau dirugikan untuk membeli atau mengorbankan waktu jika tidak berminat dan kalau perlu telepon polisi wisata. Untuk keperluan apapun, lakukan urusan tersebut lewat resepsionis hotel Anda ataupun loket resmi/penyelenggara. kalaupun lewat agen, sebisa mungkin minta tanda terima. Mudah kan?

Comments

  1. What's wrong with khun A...why don't U choose Khun T...
    Anyway..this blog is a good start...please add Mobile version Plug in to your blogspot.
    Regards
    Khun A

    ReplyDelete
  2. mohon maaf apabila ada kesalahan dalam penulisan nama, gelar dan jabatan. berikutnya saya klarifikasi tokoh dengan inisial khun AS kalo begitu... :) thanks heaps for your comment pak! sering2 yah...

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Aturan Imigrasi Thailand Untuk Long Term Stay

Free Visa ke Korea Limited Time

Itinerary : Kuala Lumpur - short term 3D2N or 2D1N