Chatuchak Weekend Market

Chatuchak (atau Jatu Jak -JJ ) terkenal sekali sebagai pasar terbesar yang hanya buka di hari sabtu-minggu. Kenapa sabtu dan minggu aja? sebenernya pasar yang hanya buka di hari-hari tertentu juga pernah (dan untuk beberapa daerah-masih) berlaku di tanah air loh. Itu kenapa kita punya pasar dengan nama-nama hari, beberapa yang terkenal : Pasar Senen, Rebo, Jumat, Minggu. Walaupun akhirnya pasar-pasar tersebut buka setiap hari.

Di Thailand pun demikian. Bahkan, untuk night market di Bangkok, masih ada tempat-tempat yang buka hanya di hari tertentu. JJ sendiri sekarang sudah diizinkan pemerintah kota untuk buka sebagian sejak hari Jumat. Walaupun sebenarnya untuk outlet dan wilayah tertentu, kita bisa temukan penjual yang berdagang setiap hari, biasanya untuk tanaman, binatang peliharaan dan furnitur.  JJ sendiri juga awalnya tidak dirancang untuk konsumsi turis, seperti halnya Suan Lum. Itu kenapa, koleksi di JJ lebih variatif dan selalu penuh, karena penduduk Thailand dari luar Bangkok pun berburu barang-barang ke sana.

Pada umumnya, wisatawan berbelanja barang-barang yang mudah untuk dibawa pulang. Pengunjung asal Indonesia juga lebih sering berbelanja cinderamata, pakaian dan aksesoris sehingga bagian yang akan dikunjungi ya itu-itu saja. (Juga jangan heran kalau di toko yang sama tiba-tiba pengunjung lain ber 'elo-gue' dengan temannya.) Padahal, jika tidak terburu-buru, sayang sekali kalau hanya mengunjungi bagian-bagian yang diperlukan.  Karena atas nama pengalaman, berkeliling pasar yang satu ini sangat memperkaya wawasan. Saya masih belum mendapatkan padanan yang bisa menandingi pasar ini di kampung halaman.

Dengan bentuk pasar yang tidak simetris, sebenarnya JJ ini dirancang cukup baik untuk kenyamanan pembeli. Area-area tertentu sudah dialokasikan untuk menjual tipe barang tertentu (setidaknya dominan, sesekali ada nyempil toko yang tidak sesuai tema). Kebersihan cukup terjaga, bahkan di area binatang sekalipun. Pengelola pasar juga menyediakan shuttle gratis antar gate utama maupun ke terminal dan stasiun kereta terdekat.  Toilet umum yang tersedia juga relatif bersih.

Jika Anda termasuk seseorang yang bisa membaca peta dan memiliki orientasi ruang yang baik, dijamin berbelanja di JJ tidak lagi 'mengerikan' dan kembali ke toko favorit menjadi pekerjaan yang mudah. Apalagi di setiap toko di label di atas pintunya dengan alamat lengkap (kode area dan soi).

Kalau panas adalah kendala, di samping pasar terdapat JJ Mall yang buka setiap hari. Keramaian berlangsung dari jam 11 pagi sampai 8 malam saja di dalam mal. setelahnya, night bazaar di area luar yang ramai. Karena judulnya mall, tentu saja ber AC dan harga barang di dalam sedikit lebih mahal daripada di pasar. Tapi jangan salah, JJ mall juga menyimpan 'harta karun', sebaiknya jangan dilewatkan.

Jika Anda regular traveller, bukan to die for shopper, 2 jam di tempat ini spertinya cukup untuk menjelajah. Tapii.. jika berbelanja yang sudah terencana, sisihkan minimal 3 jam. Dan jika Anda termasuk orang yang suka detail, memilih, barang aneh, nyicip makanan, dsb, luangkan waktu sepanjang hari, karena tempat ini 'gak ada matinya'.

hati-hati dengan copet dan jangan lupa nawar ya!

Comments

Popular posts from this blog

Aturan Imigrasi Thailand Untuk Long Term Stay

Itinerary : Kuala Lumpur - short term 3D2N or 2D1N

Siapkan ‘Amunisi’ Menghadapi Taksi di Kuala Lumpur