Main ke Jeonju, kota kelahiran para raja (part 2)
Sudah sempat baca tulisan sebelumnya? Bisa cekidot di sini ya. Kemarin kami masih main-main salju di Muju, masuk Jeonju malam hari. Jadi belum sempat menikmati Hanok Village edisi terang benderang. Niatannya mau sewa hanbok lalu lucu-lucuan keliling Hanok Village, lagi mau norak dan ngikut mainstream. Tapi kok ya pagi ini, sudah jam 9, Hanok Village-nya sepi? Akhirnya kami putuskan untuk lucu-lucuannya di mural village dulu. Menurut peta yang disediakan host penginapan, posisinya ggak terlalu jauh dari tempat kami menginap. Suhunya tapi mulai nggak lucu, dingin! Pakaian berlapis, syal, penutup telinga dan sarung tangan menjadi senjata perang. Rupanya memang tidak jauh, di atas permukaan Hanok Village. Nama resmi kampung di bukit ini adalah Jaman Byeokhwa Maeul, alias Jaman Mural Village. Dari kejauhan memang sudah terlihat warna-warninya. Dan saat sudah dekat, kami berdua, emak-emak yang escape sejenak dari anak masing-masing, seakan lupa kalau kami adalah emak-emak ...