Posts

Dining at 15 by Jamie Oliver

Image
15 is the restaurant made by Jamie Oliver for his apprenticeship program. Called 15 because there were 15 apprentice when it was started. Until today Jamie still provide the recipe and monitor this project of him. First in London, now 15 also have other locations include Amsterdam. Apparently it the first 15 is just walk distance from my flat. We went here for lunch. Their menu is changed weekly and this week menu is not that tempting to me. As they dont serve just beef (only combined with pork), they serve mainly lamb and fish. Also for lunch you should do 2 or 3 set course instead of ala carte. It was 3 of us and we order only 2 sets. Not bad after all for our pocket hahaha. However, i must say its not special. Its good but not great. Its yummy but not that tasty. The restaurant in the basement gave you a look of their kitchen. But for lighter bites, you can sit upstair. Here's the look for our meals :)) enjoy!

Membuat Visa untuk Jalan-jalan ke Australia

Untuk tujuan yang tidak berhubungan dengan bekerja dan HANYA berwisata saja, kita bisa mengajukan visa turis ke Australia, via pihak ketiga yang resmi ditunjuk mereka yaitu VFS. VFS adalah perusahaan yang khusus mengurus administrasi visa dan memberikan jasanya di berbagai negara. Di Indonesia, ada 2 VFS yaitu di Jakarta  dan di Bali. Sejak penunjukan VFS, kita tidak lagi datang ke kedutaan negara yang dituju namun berarti juga kita harus membayar jasa VFS selain biaya visa. Ada 2 jenis visa yang bisa diajukan tergantung kondisi pelamar. Jika ada teman atau kerabat yang tinggal di Australia dapat mencoba Visa subclass 679 (sponsored Family Visitor Visa), dimana teman/kerabat tersebut akan membuat surat undangan dan biasanya visa ini digunakan jika pengundang tersebutlah yang menanggung biaya selama tinggal di Australia. Umumnya visa yang digunakan untuk masuk negara ini adalah Tourist Visa, subclass 676. Per Januari 2012 harga visa 676 adalah IDR 1,040,000 atau AUD 290 (jika di...

Berlibur ke Museum

Image
Liburan tahun baru kemarin, walaupun suami mendapat cuti panjang kami memutuskan untuk tidak keluar kota. Alasannya, pasti ramai! Penghujung tahun memang menjadi kesempatan bagi banyak orang untuk pergi jauh, efeknya harga tiket dan akomodasi melonjak. Belum termasuk harus booking dari jauh hari. Untunglah kami sedang tinggal di kota tujuan berlibur, sehingga diputuskan untuk mengajak anak-anak menikmati kota, termasuk koleksi museumnya. Maksudnya agar mereka mulai terbiasa dan menyukai kunjungan museum sejak dini. Museum yang pertama kami kunjungi adalah Natural History Museum. Sesuai namanya, museum ini menyimpan ’sejarah alam’. Anak-anak dapat belajar mengenai sejarah bumi, evolusi hewan dan tumbuhan, dilengkapi dengan banyaknya hewan yang diawetkan untuk menambah referensi. Bagian paling spektakuler dari museum ini adalah rangka Dinosaurus raksasa dan ruang khusus tentang jaman purba dengan rekonstruksi dinosaurus yang bisa bergerak! Hall utama dengan kerangka dinosaurus ra...

Adaptasi - makanan

Image
Sesampainya di negara orang ada beberapa hal yang mencolok bagi saya saat beradaptasi. Yang seperti ini tidak bisa diantisipasi tapi terasa selama menjalani. Perbedaan paling atas adalah soal makanan. Sbagai tukang jajan, faktor makanan sangat berkorelasi dengan tingkat kebetahan . Perjalanan pertama ke supermarket setempat terasa sebagai inspeksi menyeluruh di setiap rak mereka. Siapa tahu ada bahan ala tanah air, biarpun produk asing. Untungnya masakan asia (biasanya chinese and thai food) cukup umum seperti masakan italia yang pasaran. Singaporean dan malaysian food juga cukup mendunia sekarang. Terbukti di supermarket biasa (bukan khusus supermarket asia), saya mudah menjumpai produk mereka. Tadinya saya pikir stok supermarket dipengaruhi demografis penduduk, tp tidak selalu juga. Buktinya saya gak mudah menemukan masakan filipina di supermarket umum, padahal imigran asal filipina cukup banyak. Produk Indonesia yg umum ditemui antara lain sambal pedas ABC, bumbu instan nasi...

Daftar Negara Bebas Visa & Visa on Arrival Bagi Pemegang Paspor Indonesia

Disadur dari tulisan yang sama oleh   Nitta Meraj Mohd  dan  Ana E. P. Kiwitter  dalam  KOMUNITAS KAWIN CAMPUR  ·  ASEAN  Brunei       :  14 days – Free Visa Cambodia  :  30 days – Free Visa Malaysia     :  30 days – Free Visa Philippines :  21 days – Free Visa Singapore  :  30 days – Free Visa Thailand    :  30 days – Free Visa (by plane)                  15 days – Free Visa (by land) Vietnam    :  30 days – Free Visa Laos         :  30 days – Visa On Arrival Vientienne Airport dan Luang Prabang Airport saja. Bawa pasphoto 3 x 4, tiket pesawat   pulang pergi dan bukti reservasi hotel atau ada yang bisa dihubungi selama di Laos (pribadi atau kantor). # RI s...

St Paul's Cathedral, the REAL landmark of London

Image
Setelah beberapa bulan merasakan tinggal kota ini, begitu banyak fakta yang berbeda dengan bayangan saya selama ini tentang Inggris, khususnya London. Catatan ini adalah pembuka seri beberapa hal tentang kota yang berusia ribuan tahun dan bagi saya menarik untuk dibagi. Demi menghadapi jetlag, tujuan pertama saya setiba di London adalah melihat Big Ben. Bagi saya Big Ben adalah landmark kota ini, selain London Eye dan Buckhingham Palace. Namun setelah membaca berbagai literatur dan buku petunjuk wisata, diketahui kalau St Paul's Cathedral-lah yang bagi mereka lebih 'nendang' dijadikan landmark. Salah satu alasannya adalah sejarah St. Paul's Cathedral sangat jauh lebih panjang dibanding Big Ben. Lagipula, Big Ben ternyata hanya panggilan 'sayang' saja. Aslinya, jam 'gadang' ini disebut Clock Tower (Menara Jam). oh, yang lebih menarik nih, St.Paul's adalah tempat dimana Putri Diana dulu menikah dengan Pangeran Charles. Selain mereka, keluarga keraj...

Barbican Centre

Image
Honestly, when I first heard this word it just remind me of the word 'barbar' or 'barbarian'. The morning I arrived in our London flat, my husband took us for a tube trip through Barbican Station. I notice this big building complex in dark brown as an old place but not typical english historical establishment. Totally not interesting. I only read slightly somewhere that Barbican was built as a divider between the financial/business district and cultural in the city of London. After few months living just 5 minutes walking distance from this place, I get to realize this big news that "The Barbican is Europe's largest multi-arts and conference venue presenting a diverse range of art, music, theatre, dance, film and creative learning events. It is also home to the London Symphony Orchestra." Oh my! I went in there accidentally, just because Jasmine's class teacher listing library near us, one of them is this the Barbican library. When I get in there, ...