Seoul Series : Daehangno



Image may contain: 3 people
Aneka poster teater di Daehangno

Posting ini adalah lanjutan dari seri Seoul Stories yang sudah sempat dibuat intronya di sini .

Berkali-kali ke Seoul, kami selalu nginep di sekitar Insadong. Lalu malam hari saya akan menyelinap keluar setelah para bocah siap tidur. Salah satu area yang saya datangi berulang-ulang adalah Hongdae, karena area ini membuat saya merasa muda lagi.. hahaha.. maklum area kampus kan.

Tapi bodohnya, saya nggak pernah menengok suburb yang dekat dengan Insadong, yang juga area mahasiswa. Kemana aja saya tahun-tahun itu??

Penyesalan memang datang belakangan (karena kalau duluan namanya pendaftaran .. #eaa). Tapi untunglah ada kesempatan untuk meluangkan beberapa jam sisa malam hari dengan menyusuri Daehangno. And it wow-ed me successfully!

Daehang-ro, daehangno street, atau simply daehangno, berlokasi dekat saja dari Changdeokgung, istana berstempel UNESCO Heritage yang bisa ditempuh dengan jalan kaki dari Gyeongbokgung ataupun insadong. Tapiiii... saya nggak rekomen juga sih jalan kaki ke sini dari Gyeongbokgung. hahaha.. Mending naik kendaraan umum, hemat-hemat kaki karena akan banyak jalan menyusuri jalan-jalan kecil di area ini. Kalau berdua atau lebih, bisa naksi aja, argonya beda tipis dengan ongkos bis/subway.

Lalu apakah faktor wow-nya?

Berhubung saya memang suka lingkungan sekitar kampus macam Hongdae, Ewha dan sejenisnya, maka konsep yang ditawarkan Daehangno masuk banget dengan selera saya itu.

'Daehakyo' artinya universitas. Daehak-ro artinya kurang lebih : jalan universitas. Sesuai namanya, area ini memang gudangnya universitas yang memiliki sejarah panjang. Pada jaman dinasti Joseon, Raja Taejo memindahkan kampus Sungkyunkwan ke sini. Bagi penggemar drama korea, pernah dengar lah nama lembaga pendidikan tinggi yang masih berdiri dan disegani hingga hari ini.

Selain itu, universitas paling top se-Korea, Seoul National University, sebelumnya berada di area ini. (sekarang sudah pindah ke selatan sungai). Tapi jangan sedih, hari ini masih bertebaran kampus-kampus di area ini, namun kalah banyak jumlahnya dengan aneka teater yang mulai bertumbuh sejak tahun 1970.

Image may contain: night and outdoor

Eksplorasi saya mulai malam itu dari lokasi yang direkomendasikan supir taksi, yaitu Marronnier Park. Taman yang menjadi 'panggung' pertunjukan musik dan aneka instalasi dari fakultas senirupa yang berlokasi tak jauh dari situ. Malam itu tidak ada pertunjukan besar, tapi ada seorang pengamen yang suaranya empuk banget. Andai saya ngerti isi liriknya.






Jalanan yang tidak lebar ini dipenuhi aneka teater, poster-poster pertunjukan, restoran, toko baju, toko aksesoris dan tentunya.. kafe. Bukan Korea namanya kalau nggak ketemu kafe keren.


Image may contain: 1 person, smiling, outdoorImage may contain: one or more people, people walking and outdoorImage may contain: outdoorImage may contain: 1 person, outdoor



Meskipun malam itu tidak ramai, karena dinginnya winter atau masih masa liburan sekolah, tapi saya bener-bener bisa dapet vibe-nya, melalui berbagai fasad bangunan, interior dan tentunya beragam poster pertunjukan yang membuat saya sejenak berharap jago bahasa Korea. Mungkin suatu hari kalau anak saya bilang mau kuliah di sini, saya bakal kasih restu penuh. Lumayan, nengokin anak sambil leyeh2 di kafe kece.. hehehe..


Image may contain: nightImage may contain: outdoor

Image may contain: night
Brand kafe langganan syuting k-drama
No automatic alt text available.
inside Macca Chou. Eggtarts-nya wuenak!


Image may contain: one or more people, people walking and people standingImage may contain: night and outdoor
Daehangno jelas beda dengan Hongdae yang terkenal dengan underground nightlife-nya atau banyaknya drama Korea yang memilih syuting di sana. Mungkin saja karena Daehangno adalah gudangnya teater, sehingga dugem-nya kurang terasa. Daehangno juga sempat luput dari daftar tujuan perjalanan karena memang Hongdae adalah wilayah yang pasti disebut di berbagai peta wisata Seoul.

Namun itu juga yang membuat saya senang di sini. Selain resto italianya murah-murah, eggtart-nya enak macam produk asli Macau, toko aksesorisnya juga seru (plus murah...), setiap gang-nya terasa lebih civilized aja.. nggak hingar bingar. Crowd-nya terlihat lebih kalem, macam anak kuliah 'baik-baik' atau 'pemikir'. Malam itu sungguh tenang dan mencerahkan. Ticked, recommended.

Image may contain: night, tree and outdoor
photo from bus stop. 11 pm. all live-stage performance finished.





Comments

Popular posts from this blog

Aturan Imigrasi Thailand Untuk Long Term Stay

Free Visa ke Korea Limited Time

Itinerary : Kuala Lumpur - short term 3D2N or 2D1N