Makan jajanan Medan di Kedai Kak Ani

Kali ini kehormatan saya berikan kepada 'Kedai Kak Ani' sebagai tempat makan di Jakarta yang pertama kali saya jadikan tulisan.
Terletak di jalan kemang, tempat makan yang relatif baru ini 'nyempil' di samping toko karpet dan restoran yang sudah lama ada bernama A Tavola. Namun dari pinggir jalan 'Kedai Kak Ani' sudah cukup eye catching dan menggugah rasa ingin tahu, terutama dengan slogan yang tertulis 'Masakan Khas Medan'. Mengingat ibu saya dibesarkan di Medan dan selalu mengagungkan jajanan di kota itu Kedai Kak Ani saya jadikan pembuktian apakah memang klaim ibu saya itu benar.

Interior Kedai ini simpel tapi segar. Cocok dengan size Kedai yang relatif kecil dan hanya dapat menampung paling banyak 50 tamu sekaligus. Suasana akrab langsung terasa ketika saya duduk, ala Kedai tapi modern. Tapi yang terpenting makanannya bukan? Menunya juga sama sederhananya. Di bagian makanan utama hanya ada 9 pilihan yang saya yakin adalah highlights dari semua jajanan ala Medan seperti mie rebus, lontong sayur dan kerang bulu besar dengan sambal nanas. Di bagian makanan kecil dan minuman juga hanya memberikan pilihan sedikit tapi bukan berarti tak cukup.

Saya datang ke Kedai ini dengan keluarga. Jadilah kami memilih masing-masing menu berbeda dan saling mencicipi. Hanya saja semua juga sepakat untuk memesan kerang bulu besar bumbu nanas yang khas. Kerangnya saya rasa di'impor' dari Medan soalnya di berbagai seafood tenda yang saya pernah coba tidak ada yang punya kerang bulu seperti ini.

Semua menu yang kami pesan antara lain : kerang rebus, mie rebus Medan, Soto Medan, nasi campur Medan, pisang bakar, sate daging, es campur hingga teh-nya yang disebut teh kawat. padahal itu sih teh tawar hangat, cuma tehnya di'impor' dari Medan.

Overall, kedai ini cukup oke untuk tempat duduk dan bernostalgia bagi penggemar jajanan Medan. Menu yang sedikit dan fokus menunjukkan kalau mereka fokus dengan kualitas setiap menunya. Namun untuk harga memang cukup tinggi ya. siapkan 30-50 ribu untuk setiap masakan utama yang porsinya buat perut lapar seperti saya medium.. cukup lah. Namun kalau bukan penggemar jajanan Medan, harga yang dibayar mungkin terasa lebih berat lagi.

Saya sendiri akan kembali lagi untuk menikmati masakan rumah di resto mungil apik dan segar ini. Tapi kali ini, mungkin tidak pesan semua.. kcuali jika baru gajian :))

Comments

Popular posts from this blog

Aturan Imigrasi Thailand Untuk Long Term Stay

Itinerary : Kuala Lumpur - short term 3D2N or 2D1N

Siapkan ‘Amunisi’ Menghadapi Taksi di Kuala Lumpur