Darah itu akhirnya tumpah juga - personal view tentang demo si merah di Bangkok



Sudah sebulan sejak pertama kali (start 11 maret, how can i forget that date) si merah masuk Bangkok, kemping di Phan Fa dan pawai keliling kota. Phan Fa bisa dibilang cukup strategis karena dekat dengan beberapa kantor pemerintahan (kantor parlemen, aneka departemen, etc) juga akses ke area turis such like grand palace, aneka temple dan cuma 1-2 km dari khaosan.
Per 3 April mreka cari titik 'kemping' tambahan baru : perempatan Ratchaprasong. Buat penduduk Bangkok, perempatan itu bisa jadi pusat kota dengan aneka mall utama di skitarnya dan stasiun pusat BTS juga di daerah situ. Bis juga banyak yang trayeknya lewatin area itu. Dampaknya, kerugian scara materiil yang sangat besar buat Thailand dari pemasukan perdagangan (mall utama itu rata-rata tutup demi keamanan dan tidak ada akses buat pengunjung juga), bisnis (perkantoran di daerah itu juga sulit beroperasi) dan pastinya pariwisata. Warga lokal yang adem ayem aja dengan pawai si merah sejak maret juga mikir2 kalo mau jalan.

Selama sebulan aksi mereka memang damai tapi menyulitkan sbagian warga. saya sendiri gregetan dengan respon pemerintah.  bukannya pengen permintaan mereka diturutin, itu saya gak ngerti deh. tapi dengan sekelompok besar orang menduduki jalanan, mengganggu kelancaran usaha, pemasukan pedagang kecil dan karyawan, lalu lintas, kenyamanan warga, harusnya mereka diberi sanksi. Walaupun berkelit di balik undang undang kebebasan berkumpul dan berpendapat, saya selalu percaya kebebasan itu tetap ada batasnya ketika kita hidup bermasyarakat.

Aksi tidak biasa yang ada selama sebulan itu antara lain : mengumpulkan darah dan menyebarnya di beberapa titik (sayang banget... why blood while so many other might need them? lalu berita tersebar ada darah tersebar yang mengandung HIV), melempari rumah PM dengan kotoran beberapa kali, bom mobil, pelemparan granat ke beberapa stasiun TV milik pemerintah, hingga meminta parlemen dibubarkan dalam waktu 15 hari, PM mundur, pemilu ulang segera, etc, membuat saya geleng kepala aja. Too many request at once, for the sake of who?

Apalagi ternyata di bulan maret itu adalah waktunya ujian bagi anak sekolahan. banyak juga anak dari luar kota bangkok yang sengaja nambah les di kota dan nge kost sementara demi mendapat tiket masuk skolah idaman mereka. rupanya dengan aksi si merah ini, jadwal ujian diubah, expenses mereka naik, konsentrasi buyar, dsb. faktor 'anak' dan 'pendidikan' bukannya juga hal penting buat suatu bangsa? jadi, efek si merah yang sebagian besar diongkosi mantan PM Thaksin itu, sbenernya banyak merugikan saudara mereka sendiri.

Buat saya, hingga akhirnya pemerintah menjadi represif karena dialog yang mampet, warning letter yang diabaikan, himbauan yang dicuekin, demonstran yang juga sama keras kepalanya, cuma masalah bom waktu saja. Konon, 'perang internal' ini sudah berlangsung tahunan.

Sebelum beraksi malam itu, tentara dan polisi sudah mencoba bernegosiasi dengan pemimpin lapangan, mengosongkan area itu dari warga sipil yang tidak tersangkut paut sebelum mreka bertindak. Memang sangat disayangkan dengan adanya korban jiwa. Tapi dengan bentrokan antara aparat dan ribuan orang sperti itu, logikanya pasti akan ada korban. Pas 1 bulan sejak awal demonstrasi, total 21 korban jiwa dan lebih dari 850 orang luka-luka.

Scara pribadi, saya pengen banget si merah itu dibersihkan dari jalanan. Okay, it's been weeks now. your voice already recorded and its time to negotiate, solve the problem in diplomatic ways. keberadaan mereka di sana buat saya menunjukkan keangkuhan si pemilik dana. Dia spertinya Tuhan negara ini yang bisa sesukanya mengatur pion-pion untuk berbuat sesuai maunya, sejauh dia bisa membayar mereka. You may say, I see the problem in a narrow scope only. But that's all and only i see in reality check.

Negara ini memang bukan tanah air saya. tapi sperti orang thai yang sangat mencintai negerinya, saya berempati andaikata hal itu terjadi pada bangsa saya. Smoga tidak ada lagi darah sia-sia dan tercapai kesepakatan untuk kebaikan smua. Well in the end, should i say, politic is s*ck?

- as posted @ travelwithfina.blogspot.com -

Comments

Popular posts from this blog

Aturan Imigrasi Thailand Untuk Long Term Stay

Itinerary : Kuala Lumpur - short term 3D2N or 2D1N

Siapkan ‘Amunisi’ Menghadapi Taksi di Kuala Lumpur