Menengok Sisi Selatan Korea yang Terlupakan

Kemarin saya baru kelar mini Road Trip hanya bersama anak-anak. Ini roadtrip kedua menjelajah beberapa kota di Korsel yang kurang terkenal di antara turis mancanegara.

Road trip ini temanya lompat pulau di selatan Korsel. Sangat worth it! Untuk yang suka drama korea, jangan heran kalau ketemu lokasi syuting di kota-kota yang kecil jauh dari Seoul. Itu salah satu cara mereka meningkatkan pariwisata daerah, kalau drakor-nya booming, turis lokal akan segera tumplek ke sana di musim liburan.

Road trip di Korea sangat nyaman karena infrastruktur yang baik, petunjuk arah/jalan bilingual dan jaringan internet yang kuat untuk membantu pengaturan perjalanan saat rehat. Dan tentunya relatif aman untuk jalan sama anak aja, girls only trip. Apalagi kalau jalan sendiri atau rame-rame sama temen (dewasa saja, tanpa bawa anak), bisa lebih fleksibel lagi.

Namun perlu diingat, SIM Internasional yang diterbitkan di Indonesia tidak berlaku di Korea. Sehingga menyewa mobil bagi pemegang paspor Indonesia sering menjadi kendala. Menggunakan transportasi publik sebenarnya juga nyaman, tapi harus alokasi waktu sedikit lebih panjang ya.

Untuk penginapan murah meriah bisa memilih minbak (mulai dari 25 ribu), pension (mulai dari 60ribu), motel atau hotel, yang bertebaran di mana-mana. bisa pakai booking dot com atau agoda juga, meskipun pilihannya lebih terbatas di 2 sites itu.
Lebih murah lagi, nginep di Jjimjilbang, mulai dari 7ribu per malam. (semua harga dalam satuan mata uang Korea Won).
Kalau punya kenalan orang Korea, bisa coba 'google' nya Korea : Naver atau Daum. Bantuan info/translate bisa juga lewat helpline KTO 1331 ato pakai jalur privat seperi _khelp atau ask ajumma (silakan cek di akun sosmed mereka).

Berikut beberapa informasi mengenai kota (dan desa) tujuan, apa saja yang bisa dilakukan di sana serta acuan itinerary yang mungkin dilakukan.

Day 1. Start point Geoje Island.
Terminal Gohyeon di Geoje bisa dijangkau dengan bis ekspress langsung dari Seoul (terminal Nambu), durasi perjalanan 4 jam 20 menit. Bisa juga landing di airport Gimhae, Busan, naik bis kurang dari 1 jam. Pilihan lain naik kereta atau bullet train KTX dari Seoul, turun di Busan. - not recommended karena harus ganti-ganti mode transportnya.
Ada 2 pulau yang bisa dikunjungi di sini. Oedo dan Jangsado. ('do' artinya 'pulau'). Oedo terkenal karena pulau milik pribadi ini dulunya pulau batu saja yang disulap menjadi taman bunga. Syuting Winter Sonata juga dilakukan di sini.
Kalau Jangsado, sebenarnya masuk teritori Tongyeong, meskipun menyeberang ke Jangsado lebih dekat dari Geoje. Pulau ini lagi naik daun karena drama 'My love from the stars' (Do Min Joon, anyone?) dan 'Uncotrollably Fond' yang masih tayang, syutingnya juga di sini.
Untuk nyebrang pulau, kita bisa beli tiket kapal + tiket masuk pulau, semakin dekat dengan pulau, harganya semakin murah.
Oedo trip mulai dari 23ribu dan Jangsado trip mulai dari 20ribu.
Durasi perjalanan round trip sekitar 2.5 jam (per destinasi).










Day 2. Tongyeong - Goseong
1 jam perjalanan dari Geoje, Tongyeong terkenal dengan cable car ke atas gunung, penghasil mutiara dan island trips juga. Masakan seafood dan tiram di sini enak banget.
Goseong terkenal dengan museum dinosaurus dan pesisir yang masih melestarikan beberapa tapak kaki dinosaurus. Dua kota ini berdekatan. Tapi bisnya relatif jarang. Kalau nggak tertarik sama dinosaurus dan makan kerang2, bisa di skip langsung ke Namhae atau coba ke Jangsado via Tongyeong. Shingga di hari 1 bisa keliling Geoje, lihat hal lain. Windy Hill misalnya.

Day 3. Namhae.
Namhae ini pulau yang unik. Bentuknya kayak 2 pulau jadi satu. Buat saya tuh, jadi kayak ada Namhae kanan dan kiri.
Sekitar 1.5 - 2 jam perjalanan dari Geoje via tol (bus ekspress juga lewat tol). Bisa juga langsung via airport Sacheon yang 30 menit saja jaraknya.
Namhae terkenal dengan German Village-nya dan persawahan terasering, seperti sawah-sawah di Bali gitu deh. Setiap oktober diadakan Beer Festival di German Village. German Village ini adalah perumahan orang Korea yang di tahun 60an menetap di Jerman. Banyak diantara mereka adalah perawat yang kemudian nikah dengan orang Jerman. Biar betah pas balik ke Korea, dibuatlah rumah-rumah yang terasa Jerman-nya, bahkan konon bahan bangunannya juga impor dari sana.
Jalan-jalan di sini gratis, tapi untuk masuk ke German village garden bayar, lokasi kece untuk foto-foto. Bisa cek website ini untuk dapet gambarannya: http://남해독일마을.com (in Korean)
Menyusul ketenaran German Village, dibuat American Village, tapi kurang greget sih.
Persawahan Namhae, tentunya beda aura dengan Ubud, karena banyak yang menghadap laut. Daerangi Village adalah desa persawahan yang paling dikenal dengan teraseringnya.







Day 4. Yeosu
Sekitar 1 jam perjalanan dari Namhae. Yeosu ini pulau juga, tapi lebih industrial. Kilang minyak dan gas bumi ada di salah satu sisi Yeosu. Beberapa tahun lalu diadakan International Expo di sini. Jadi transportasi ke Yeosu lebih  mudah dengan adanya jalur kereta, KTX bahkan bandara. Yang keren di sini cable car antar pulaunya.
Kami hanya sempat eksplorasi di seputaran Yeosu expo dan naik cable car (13ribu, return trip).
Di Yeosu expo ada Hanhwa Aqua Planet (28ribu), Big-O, zipline (flying fox), trampoline, kayak, dll. Mulai dari 3000 per orang.
Mungkin karena Yeosu adalah kota dibandingkan Namhae, di sini kami lebih banyak ketemu warga lokal yang bisa berbahasa Inggris.










Day 5. Boseong
Sekitar 1 jam perjalanan dari Yeosu ke arah barat. Kota ini terkenal sebagai pusat kebun teh hijau-nya Korea. Saya pikir akan terasa seperti Puncak di Bogor, ternyata tidak. Area wisatanya nggak sebanyak Puncak, tapi lebih rapi dan adem. Ada resort juga di sini, plus waterpark.
Kita beli tiket untuk masuk ke perkebunan (4000/dewasa) dan di dalam cuma pengen makan eskrim greentea (3500).








Day 6. Suncheon.
Sebenarnya Suncheon lebih dekat ke Yeosu, tapi kami melambung sedikit ke Boseong, baru balik ke Suncheon. Plan-nya dari Suncheon direct ke Geoje (pulang).
Suncheon punya ecopark luaaaas banget. (www.suncheonbay.go.kr).  Bayar tiket 8ribu sudah termasuk taman bunga dan wetlands-nya. Recommended untuk didatangi pas musim gugur dan dingin, saat banyak burung-burung bermigrasi dan mampir di sini.
Bagi yang berminat tradisi Korea, bisa mampir bahkan menginap di Naganeupsong Folk Village. Bagi yang berminat film, bisa mampir di
Open Set Film Location (entrance 3 ribu). Film dan drama korea bersetting 50an, hingga 70an, pasti mampir di sini. Oh ya, di semua tempat yang kami datangi, juga pernah dipakai oleh Running Man hehehe.










Day 7. Pulang.
Atau silakan lanjut ke kota lain. Kalau jalan-jalan di Oktober, bisa coba ke Jinju (lantern festival terbesar di Korea) atau ke Sacheon (airshow keren, dan pameran dirgantara terbesar).
Dari Yeosu Airport atau Sacheon Airport (ini dekat dari Namhae), bisa lanjut ke Jeju.

Selama roadtrip dengan bocah ini, saya nggak menemukan kendala berarti. Pastikan mobil sehat, semua peserta di mobil sering-sering stretching dan siapin cemilan plus minum. Apalagi kalau summer di Korea, panas bisa lebih dari 40derajat. Mini road trip saya hanya 4 hari, karena Geoje dan Tongyeong-Goseong kita lakukan terpisah.
Mengantisipasi susah makan karena berbagai alasan (anak picky eater, harus halal, dll), saya sarankan bawa bekal roti dan selai, atau pop mie. Sebab kota-kota di atas lebih populer diantara turis domestik, sehingga restoran non-korean agak sulit ditemui. Kalau kalian merasa adventurous juga dengan makanan, masakan asli di kota-kota tersebut enak-enak.. hehehe.. masakan lokal harganya juga lebih murah. Nasi gulung/kimbab mulai dari 1500 won per gulung (kenyang!) atau bibimbab/aneka guksu (sup) dengan side dish 4-6ribu.

Begitu dulu cerita edisi pantai selatan-nya Korea. Silakan dishare ke teman-teman yang mungkin tertarik.

Find me also at IG : @finaisme, @storyofjed


Comments

  1. KAMI SEKELUARGA TAK LUPA MENGUCAPKAN PUJI SYUKUR KEPADA ALLAH S,W,T
    dan terima kasih banyak kepada AKI atas nomor yang AKI
    beri 4 angka [5649] alhamdulillah ternyata itu benar2 tembus AKI.
    dan alhamdulillah sekarang saya bisa melunasi semua utan2 saya yang
    ada sama tetangga.dan juga BANK BRI dan bukan hanya itu AKI. insya
    allah saya akan coba untuk membuka usaha sendiri demi mencukupi
    kebutuhan keluarga saya sehari-hari itu semua berkat bantuan AKI..
    sekali lagi makasih banyak ya AKI… bagi saudara yang suka PASANG NOMOR
    yang ingin merubah nasib seperti saya silahkan hubungi KI SUBALA JATI,,di no (((085-342-064-735)))
    insya allah anda bisa seperti saya…menang NOMOR 670 JUTA , wassalam.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Aturan Imigrasi Thailand Untuk Long Term Stay

Free Visa ke Korea Limited Time

Itinerary : Kuala Lumpur - short term 3D2N or 2D1N