Balada Balado

Buat saya, balado merupakan 'signature sauce' untuk masakan asal Sumbar. Seperti yang saya temukan di kuliner barat, suatu masakan bagaimanapun teknik memasaknya, akan lebih bermakna tergantung sauce-nya (oleh orang Indonesia disamaratakan saja dengan saus, lalu jadi lebih sempit menjadi saus sambal dan saus tomat saja. padahal esensinya tidak begitu siih... ). Begitu pentingnya 'sauce' dalam dunia kuliner hingga terdapat profesi yang disebut 'saucier', kira-kira artinya 'tukang bikin saus'. :)

Kembali ke balado, sauce ini bisa beraneka tampilan, wujud dan kombinasi isinya. Tapi asalkan bersumber dan didominasi oleh cabe, merah ataupun ijo, saya rasa sih sudah bisa diakui sebagai balado. dan hebatnya, balado ini cocok dengan semua jenis bahan. Daging, ayam, ikan, telur, sayuran.. you name it! Terkadang saya menikmati makan nasi panas hanya dengan balado dan kerupuk. Hal ini cukup berbeda dengan sambal di kuliner nusantara lain, yang kadang lebih cocok untuk masakan tertentu. Kenapa? karena nature sambal adalah sebagai cocolan alias 'dipping sauce'. Atau pelengkap untuk masakan berkuah yang suka juga disebut condiment kadang juga garnish (pelengkap yang tidak bisa dipisahkan dengan masakan utamanya/penghias) bersama dengan taburan daun bawang, bawang goreng, perasan jeruk, etc.

Balado ala Padang itu sendiri simple saja, bahannya utamanya hanya 3 : cabe-tomat-bawang. Yang lebih spesifik lagi, balado cabe ijo itu memang identik dengan balado padang, hingga di rantau begini pun, ketika mencari sambal padang di toko, akan di-refer to sambal balado ijo. yang membuat balado menjadi istimewa, justru cara pengolahan dan extra printilannya: jenis minyak yang dipakai, banyaknya jus jeruk nipis, garam hingga teri medan.

Membuat balado sangat gampang. kalau tidak mau ngulek, ya pakailah blender. Dengan rasio 10:2:2 untuk cabe:bawang merah:tomat, plus sejumput garam, sudah bisa kita dapatkan citarasa balado pedas. kalau mau dikurangi pedasnya, jangan kurangi cabenya. tapi, buang biji cabe dan tambahkan gula pasir. Semua bahan sebaiknya dipotong kecil-kecil ketika dimasukkan ke dalam blender. Tipsnya, ulek/blender bawang dan tomat lebih dulu hingga agak halus, lalu cabenya. tidak hanya mempengaruhi rasa, cabe yang tekstur kasar juga terlihat lebih cantik. jangan lupa garamnya ya.
Panaskan minyak di wajan (generously. bayangkan kita bukan menumis, tapi menggoreng). saat sudah panas sekali, masukkan balado mentah tadi cukup hingga cabe terlihat layu, sebelum diangkat, peraskan seiris jeruk nipis. jangan lupa dicicip sebelum disalin dari wajan, kalau kurang garam/terlalu pedas, masi sempat ditambah garam ataupun gula.
there you go, jadilah balado yang siap dikombinasi dengan apapun.

Sejak pindah ke Perth, suami saya cukup rajin untuk menanam pohon cabe dan tomat. Mungkin karena sadar istrinya sinting balado. hahaaha. Jadilah saya tidak perlu susah hunting cabe ijo kriting ala indo plus tomat ijo untuk membuat balado ijo. Jadi kalau tidak sempat masak sendiri, there always be the option to order from Dapurku. :)

Sekian dongeng masakan kita untuk kali ini.

Enjoy,
Fina

Comments

  1. Wah, kalau ditambah gula jadinya nggak sambalnya orang sumatra lagi!

    ReplyDelete
  2. hahaha. iya, ini kan ngikutin lidah orang yang sudah merantau. kebetulan cabe supply di perth dan bangkok, sinting lebih pedas daripada di piaman. :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Aturan Imigrasi Thailand Untuk Long Term Stay

Itinerary : Kuala Lumpur - short term 3D2N or 2D1N

Siapkan ‘Amunisi’ Menghadapi Taksi di Kuala Lumpur