Sunday, January 29, 2012

Membuat Visa untuk Jalan-jalan ke Australia

Untuk tujuan yang tidak berhubungan dengan bekerja dan HANYA berwisata saja, kita bisa mengajukan visa turis ke Australia, via pihak ketiga yang resmi ditunjuk mereka yaitu VFS. VFS adalah perusahaan yang khusus mengurus administrasi visa dan memberikan jasanya di berbagai negara. Di Indonesia, ada 2 VFS yaitu di Jakarta  dan di Bali. Sejak penunjukan VFS, kita tidak lagi datang ke kedutaan negara yang dituju namun berarti juga kita harus membayar jasa VFS selain biaya visa.

Ada 2 jenis visa yang bisa diajukan tergantung kondisi pelamar. Jika ada teman atau kerabat yang tinggal di Australia dapat mencoba Visa subclass 679 (sponsored Family Visitor Visa), dimana teman/kerabat tersebut akan membuat surat undangan dan biasanya visa ini digunakan jika pengundang tersebutlah yang menanggung biaya selama tinggal di Australia.

Umumnya visa yang digunakan untuk masuk negara ini adalah Tourist Visa, subclass 676. Per Januari 2012 harga visa 676 adalah IDR 1,040,000 atau AUD 290 (jika diajukan di dalam Australia, sebagai visa perpanjangan dari jenis visa lainnya). Untuk di Indonesia, harga tersebut belum termasuk biaya mengurus di VFS.

Tergantung kondisi pelamar, pihak imigrasi Australia dapat memberikan ijin masuk negaranya mulai dari 3 bulan hingga 12 bulan (kasus khusus). Visa ini juga bisa diajukan di dalam Australia, jika sebelumnya pelamar masuk negara tersebut dengan visa lain (contoh, disponsori kantor untuk bekerja, lalu perpanjang masa tinggal setibanya di Australia atas biaya sendiri untuk rekreasi saja). Walaupun Australia sudah memberlakukan visa elektronik, sayangnya masih belum bisa digunakan oleh pemegang paspor Indonesia.

Yang perlu diingat bagi pelamar bahwa pemasukan dari wisata termasuk yang diharapkan pemerintah Australia. Sehingga jika kita memiliki semua persyaratan dan bisa meyakinkan petugas imigrasi (melalui dokumen) bahwa kita tidak akan memberatkan negara mereka, kita tidak perlu khawatir visa tertolak.

Persyaratannya apa saja? 


(diambil dari http://www.indonesia.embassy.gov.au/jaktindonesian/Checklist_Visitor.html)
¤  Formulir aplikasi (Form 48R). Dilengkapi dan ditanda tangani
¤  Biaya aplikasi visa
¤  Paspor yang masih berlaku dan pasport lama yang masih dipegang.
¤  1 lembar foto anda ukurang foto paspor yang terbaru. Jika ada anggota keluarga yang termasuk dalam aplikasi anda, 1 lembar foto ukuran foto pasport dari masing-masing anggota keluarga
¤  Copy dari kartu dentifikasi (KTP) anda dan kartu keluarga – untuk warga negara Indonesia
¤  Jika anda bekerja, bukti pekerjaan anda. Ini biasanya berupa surat keterangan di dalam kop surat dari perusahaan yang mencantumkan tugas anda, lama bekerja, gaji, dan lama cuti yang disetujui
• Jika perusahaan anda yang membiayai kunjungan anda, ini harus dicantumkan dalam surat referensi.
• Jika anda bekerja sendiri, anda harus melampirkan bukti kepemilikan perusahaan (seperti registrasi perusahaan atau sertifikat pemegang saham)
¤  Jika anda mengunjungi keluarga atau anggota keluarga lain di Australia-Bukti hubungan dengan orang tersebut. Contoh: akte nikah, akte lahir, surat keterangan yang menyatakan hubungan, atau kombinasi dari dokumen tersebut.
¤  Jika orang lain yang memberikan dukungan untuk aplikasi anda, surat keterangan dari orang tersebit yang menyatakan tujuan kunjungan anda, lama tinggal, hubungan anda dengan mereka, dan jenis dukungan yang anda berikan (contoh: keuangan, akomodasi, dll).
Jika orang ini berada di Australia, lampirkan bukti status (contoh: copy paspor Australia atau visa Australia)
¤  Bukti anda mempunyai keuangan yang cukup (dana) atau akses ke dana tersebut untuk menyokong anda (dan anggota keluarga yang berpergian bersama) selama anda tinggal di Australia. Contoh, buku bank terakhir, rekening koran 3 bulan terakhir, Tunai atau kartu kredit tidak dapat diterima sebagai bukti keuangan
¤  Bukti lain yang mendukung aplikasi anda
¤  Pemeriksaan kesehatan harus dilakukan, bila diperlukan. Lihat 'persyaratan pemeriksaan kesehatan' di portal. 


Saya menganjurkan siapapun untuk mengurus visa sendiri, terutama jika tinggal di kota yang memiliki VFS. Setiap negara membuat prosedur yang didesain agar pelamar dapat melakukan pengajuan visa tanpa menggunakan agen. Selain bahwa formulir harus Anda tandatangani, dokumen pelengkap juga harus Anda sediakan sendiri. Menggunakan agen juga bukan jaminan visa diperoleh. Apalagi Anda harus mengeluarkan 3 pos nantinya : biaya visa, biaya VFS (sekitar 150-200ribu) dan biaya agen. Jika Anda memiliki keraguan dalam mengisi aplikasi, dapat meminta bantuan dari kerabat yang pandai berbahasa Inggris. Jika memang Anda dibantu orang lain dalam mengisi formulir, pastikan data mereka (nama, nomor telepon dan hubungan dengan Anda) dicantumkan di bagian akhir formulir. Namun, jika Anda berwisata dengan paket tur atau diatur oleh agen perjalanan wisata, biasanya mereka akan membantu pengajuan visa. Terakhir saya berbincang dengan salah satu kurir dari agen perjalanan terkenal di Jakarta, harga biaya membantu memasukkan aplikasi visa adalah 150 ribu rupiah.

Perlu diingat, petugas imigrasi hanya bergantung pada dokumen yang Anda serahkan dan mereka TIDAK WAJIB meminta Anda menambahkan dokumen sebelum membuat keputusan. Jadi jangan terlalu berharap pihak imigrasi di kedutaan Australia akan menghubungi Anda untuk meminta tambahan dokumen.

Khusus untuk Australia, informasi dapat diperoleh baik di website resmi imigrasi :
http://www.immi.gov.au/visitors/tourist/676/, guidelines resminya ada di bagian ini http://www.immi.gov.au/allforms/pdf/983i.pdf (dapat di print).
atau versi bahasa Indonesia di http://www.indonesia.embassy.gov.au/jaktindonesian/Apply_Index.html

Salah satu hal lain yang sering ditanyakan adalah berapa dana yang dianggap cukup untuk berwisata? Harap ingat bagian ini (yang ditebalkan) : bukti anda mempunyai keuangan yang cukup (dana) atau akses ke dana tersebut untuk menyokong anda (dan anggota keluarga yang berpergian bersama) selama anda tinggal di Australia. Contoh, buku bank terakhir, rekening koran 3 bulan terakhir, Tunai atau kartu kredit tidak dapat diterima sebagai bukti keuangan. 



Australia tidak semurah Indonesia untuk semua hal, pihak imigrasi atau VFS tidak pernah mengeluarkan nilai nominal resmi yang mereka harapkan. Untuk amannya, minimal nominal setara AUD 1000 per minggu cukup untuk satu orang. Jika Anda sekeluarga (2 dewasa dan 2 anak balita), nominalnya tentu lebih besar, setidaknya AUD 2000 per minggu. Kalau anaknya lebih besar, tentu uangnya perlu lebih banyak juga. Asumsinya, kebutuhan mendasar Anda adalah akomodasi dan makan. Dengan jumlah itu, Anda dapat membayar hotel dan makan untuk seminggu.
Jadi misalnya Anda sendiri bermaksud ke Australia 2 minggu lamanya, jumlah dana di tabungan Anda pribadi selama 3 bulan terakhir rata-rata adalah kurang lebih 20 juta rupiah (2000 AUD dengan kurs per dolarnya 9ribu-an, dibulatkan ke atas). Meskipun penghasilan Anda sebulan tidak sampai setara AUD 1000 juga tidak apa-apa, asalkan sudah ada dana mengendap di tabungan Anda.  


Namun ini hanya sekedar hitungan kasar saja. Di dalam aplikasi, Anda bisa terangkan jika ada pihak lain yang membiayai perjalanan ini (kantor, kerabat, pasangan, etc). Anda bisa cantumkan nama mereka, bukti dana dan surat keterangan bahwa mereka bersedia membiayai Anda. Atau misalnya gaji Anda kecil, tapi Anda sudah menabung sangat lama untuk ke Australia, Anda bisa berikan bukti rekening koran tabungan lebih dari 3 bulan terakhir, bahkan mungkin setahun terakhir, agar meyakinkan petugas imigrasi bahwa tabungan Anda signifikan bertambah, dengan dana cukup tentu mereka tidak takut Anda berniat menjadi imigran gelap. Posisi sebagai karyawan perlu dikuatkan dengan surat keterangan dari kantor ataupun kontrak kerja. sebagai wiraswasta bisa ditunjukkan bukti usaha selama ini. Dokumen-dokumen seperti ini bertujuan untuk meyakinkan petugas imigrasi bahwa Anda pasti kembali ke Indonesia.


Catatan Tentang VFS Australia

http://www.vfs-au-id.com/

VFS sebagai pihak ketiga tidak memiliki wewenang untuk memutuskan jenis visa ataupun status aplikasi. Namun mereka bisa membantu untuk memastikan dokumen yang diberikan cukup sesuai kebutuhan. Di Indonesia,  setidaknya negara Australia, Inggris dan Kanada menggunakan jasa mereka.

Jika Anda mendengar beberapa pengalaman yang tidak mengenakkan dengan VFS Australia di Jakarta, bisa jadi itu adalah 'apes'. Saya juga pernah kok mengalami 'apes' itu, informasi yang diterima agak berbeda antara satu petugas dengan petugas lainnya, atau mereka kurang fleksibel, dan sebagainya. Namun setelah beberapa kali mengurus visa, saya berkesimpulan bahwa selama ini saya berharap terlalu banyak ke VFS karena terbiasa dengan perlakuan dari petugas ala loket di instansi pemerintah yang seringkali penuh tenggang rasa alias bisa di 'cincai'.

Untuk diingat (dan mengingatkan diri sendiri juga) yang utama saat mengurus visa adalah membaca sebanyak-banyaknya informasi yang relevan di website resmi, mengisi aplikasi dengan hati-hati, mengumpulkan dokumen yang cukup sehingga menguatkan isian aplikasi/ meyakinkan dan JUJUR.



Ketika Sudah Dapat Visa

Pastikan nama dan nomor paspor yang tertera dalam stiker visa tertulis benar dan sama dengan data Anda. Jika ini adalah perjalanan pertama kali Anda ke Australia, sebaiknya semua dokumen yang Anda gunakan untuk mengajukan visa dibawa serta. Banyak kasus setibanya di bandara, pendatang yang terlihat mencurigakan akan dipertanyakan mengenai tujuan kedatangan. Jika mereka tidak bisa meyakinkan petugas, visa bisa dibatalkan di tempat dan Anda dipulangkan kembali ke tanah air saat itu juga, tanpa sempat keluar bandara.




5 comments:

  1. Makasih infomasi yang berguna mo tanya mbak Fina berarti kita ambil formulir Visa Australia di VFS apakah benar...??? dan kita juga g perlu datang kedatang kekantor Kedutaan besar di Australia apakah betul...??? g seperti di USA....met weekan ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. justru apply visa TIDAK boleh ke kedutaan. hanya bisa di VFS :)

      maaf sekali saya gak ngeh ada komen ini.
      namun gpp ya tetep di jawab biarpun telat (buanged!).

      Delete
  2. Malam, saya ingin tanya mengenai pembayaran bia visa harus melalui cek/giro ya? Jd yg dilampirkan bukti setoran cek/giro ya pada berkas kelengkapan pengurusan visa?

    Terima kasih sebelumnya.

    ReplyDelete
  3. Malam mbak ...
    Mau tanya nih..
    Untuk masalah minimum dana, misal kita ada sahabat, atau teman dekat yang tinggal di sana , tepat nya mount. gambier, australia.

    Apakah bisa untuk membantu masalah minimum dana di rekening..?

    Agak berat juga nih kalau sampe ngendapin 20jt -_-"

    Thanks and regards :D

    ReplyDelete
  4. pagi mbak
    saya mau nanya nih,kalau misalnya visa kita di tolak,ada yg bilang uang visa nya tidak di kembalikan. apakah itu bener mbak? thanks.

    ReplyDelete